Polresta Pontianak Turunkan Jatanras Cari Pelaku Penganiayaan Wartawan Lewat CCTV

- Jurnalis

Selasa, 19 November 2024 - 21:41 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Derap Reformasi. Hukum, Ekonomi, Politik, Pemerintahan: Pontianak, Kalimantan Barat – Pimpinan Redaksi Nasional Majalah derap Reformasi (derap.com) Rahmat, dianiaya oleh orang suruhan oknum pejabat KSOP Pontianak. Pelaku orang suruhan yang tampil untuk mendiskriminasikan dan menganiaya seorang Jurnalis ini di kenal bernama Adi.

Pelaku bersama deri dan seorang rekan usaha pelayaran

Penganiayaan itu berawal saat korban sedang duduk diwarung kopi menunggu jadwal wawancara yang masih lama. Tiba- tiba datang satu orang dan satu orang lagi menyusul menghampiri korban dan berinteraksi. “Kami sedang santai ngopi terpisah dibeberapa meja diwarkop sariwangi jalan tanjung pura kota Pontianak.” Kata nya. Maklum, Sariwangi dari tahun 90 enak untuk tempat kumpul ngopi. Disitu penduduk tempatan termasuk Bro Elan ya, tutur Adam biasa di sapa.

Palaku menujuk kepada rekan yang semula duduk di seberang meja Korban

Orang pertama yang menghampiri Korban dan berinteraksi menurut pantauan CCTV yaitu pejabat KSOP Pontianak. Korban masih duduk saat terpantau sedang berinteraksi sebelum orang kedua datang.

di singgung tentang informasi Deri baru 2 bulan lebih pindah tugas di KSOP Pontianak menjabat Kasi Sertifikasi ya Pak. “Iya, menurut informasi demikian walau kita tau jadwal upacara pelantikan, namun data resmi sukar kami dapat mengengit secara elektronik KSOP Pontianak belum juga dipublikasikan struktur organisasinya yang baru.

Baca Juga :  Lapas Narkotika Kanwil Kemenkumham DKI Jakarta Kembali Jadi Tuan Rumah Pembukaan Rehabilitasi Sosial Dan Medis

Jadi benar apa yang dikatakan Panglima Melayu. Mereka belum membuat laporan Publikasi itu.

Menurut pantauan CCTV Deri keluar dari dalam warung kopi sendiri menghampiri meja korban. Apa yang saudara Deri Tanyakan. “Ya, Dia (Deri) bertanya kenapa bawa bawa nama Panglima LPM. ungkap Korban.

Menurut rekam jejak CCTV, tidak berapa lama kemudian datang seorang lagi, walau tidak kalah serunya seperti orang suruhan Deri yakni pelaku. “Sebenarnya kata sumber Korban, Pelaku tidak memiliki kapasitas hubungan kerja, baik dalam pemberitaan media atau atau orang yang turut dimintai keterangan oleh media. Pertanyaannya, kenapa Pelaku (A) sangat emosi tentang pekerjaan orang lain? .

Selanjutnya dikatakan, “Aku jawab ke Deri. Hubungan dengan Panglima Melayu yang dimana. Kalau menyangkut statemant Panglima Melayu tentang harus terjaringnya kapal masuk dari Kaltim yang Non Dokumen sudah jelas. Tidak ada yang bisa merubah statemant kecuali Panglima LPM”. Ehh si Deri malah ngajak berantem nunjuk ke lapangan parkir. Aneh, ungkapnya.

Aku punya pemikiran begini ya, Korban beropini. Kalau bunuh orang mudah, hidupin nya susah bung. Begitu juga masukin orang dipenjara mudah, apalagi petugas karena itu kerjaannya . Tapi keluarinnya susah.

Aku tanya sama si Deri, Masalahnya dimana ?

Baca Juga :  58 Koperasi Merah Putih Di Kabupaten Tangerang Akan Diberikan Suntikan Dana Berbunga Rendah

Dia tidak menjelaskan. Malah marah marah nunjuk dada kiri aku, pake acara meludah lalu ngomong ‘Aku petugas’. Alhamdulillah aku masih waras dapat kuasai nafs. Kata Adam.

Pelaku oleng setelah gagal memukul Korban

Apa gejala spikis seperti ini terkait masalah Mental Petugas ya. Tanya Adam pada Tim. atau ada yang tidak mengerti bahwa kami juga Jurnalis memiliki tugas.

Jika mereka punya tugas, ya laksanakan. Jika benar, maka kebenaran untuk tugas kamu dan diri mereka juga.

Tugas jurnalis antara lain mengambil, menyimpan, menginformasikan, mempublikasi kan, mancari dari sumber terpercaya. Kata nya.

Kami tidak akan lari dari konsekuensi tugas Wartawan.

Ini tindak Pidana. Menyuruh orang lain untuk melukai, mencedarai dan menganiaya wartawan di muka umum. Kami pakai baju lengkap atribut Jurnalis sewaktu diserang. kata adam.

Menurut pantauan CCTV. Korban pertama kali dipukul oleh si A (orang suruhan si Deri), di depan pintu warung warkop. Namun dapat di elakan. dan saking kencengnya itu pukulan yang tidak kena, si A huyung, kacamata nya jatuh. Coba jika Korban melakukan balasan, bagamainana nasib anak orang.

“Saya juga sudah menyurati Kapolresta Pontianak untuk meminta percepatan tindakan atas kasus ini,” Maklum menjelang Pilkada biasanya APH banyak tugas, tegasnya.

Follow WhatsApp Channel derapreformasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kajati Kalbar Lantik Dan Ambil Sumpah Jabatan ASPEMA Dan Kajari Landak
Wakajati Kalbar Setujui Mekanisme Keadilan Restoratif
Jemmy Novian Tirayudi Resmi Jabat Aspidsus
Kejati Kalbar Dan BSI Perkuat Sinergi
Adrian Asharyanto Gunadi, Mantan Bos Investree Divonis 3 Tahun
Gebyar Lelang BPA Hari Ke 3 Nyasar Barang Rampasan Kejari Sanggau, Kejari Sintang Dan Kejari Ketapang
Hari Ke 2 Gebyar Lelang BPA Kejati Kalbar Iptimalkan Pemulihan Aset Dan PNBP
Praktisi Hukum Pers, Turnya SH MH: Pemberitaan Temuan 996 Senjata Jangan Digiring ke Spekulasi
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 20:25 WIB

Kajati Kalbar Lantik Dan Ambil Sumpah Jabatan ASPEMA Dan Kajari Landak

Kamis, 20 Agustus 2026 - 20:05 WIB

Wakajati Kalbar Setujui Mekanisme Keadilan Restoratif

Jumat, 14 Agustus 2026 - 15:47 WIB

Kejati Kalbar Dan BSI Perkuat Sinergi

Jumat, 14 Agustus 2026 - 10:39 WIB

Adrian Asharyanto Gunadi, Mantan Bos Investree Divonis 3 Tahun

Rabu, 12 Agustus 2026 - 19:40 WIB

Gebyar Lelang BPA Hari Ke 3 Nyasar Barang Rampasan Kejari Sanggau, Kejari Sintang Dan Kejari Ketapang

Berita Terbaru

Uncategorized

Bencana Melampaui Kapasitas Daerah, Pusat Jangan Menunggu

Senin, 24 Agu 2026 - 21:55 WIB

Hukum

Wakajati Kalbar Setujui Mekanisme Keadilan Restoratif

Kamis, 20 Agu 2026 - 20:05 WIB