Haidar Alwi Kritik PDIP: Kekalahan Pilkada Jangan Disikapi dengan Kambing Hitam

- Jurnalis

Jumat, 29 November 2024 - 19:44 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

“Buruk rupa cermin dibelah.” Demikian pepatah yang tepat untuk menggambarkan sikap PDI Perjuangan usai pilkada serentak 2024 menurut pendiri Haidar Alwi Institute (HAI), R Haidar Alwi.

Sebagaimana diberitakan di berbagai media, PDI Perjuangan menuduh Jokowi dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai penyebab kekalahannya di sejumlah daerah strategis dalam pilkada serentak 2024.

“Namun anehnya, di daerah yang berhasil dimenangkannya, mereka justru berterimakasih dan mengapresiasi Polri,” kata R Haidar Alwi, Jumat (29/11/2024).

Tak puas hanya mengkambing hitamkan, PDI Perjuangan bahkan meminta Presiden Prabowo Subianto untuk mencopot Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo hingga menempatkan institusi Polri di bawah Kemendagri atau di bawah TNI.

Baca Juga :  Polresta Pontianak Turunkan Jatanras Cari Pelaku Penganiayaan Wartawan Lewat CCTV

“Mereka lupa mantan cawapresnya, Mahfud MD pernah mengatakan bahwa reformasi kepolisian tidak perlu perubahan status institusi Polri menjadi di bawah kementerian. Mereka juga lupa pernah mengatakan bahwa menempatkan Polri di bawah TNI adalah sebuah kemunduran,” ucap R Haidar Alwi mengingatkan.

Lantaran isu ini kembali dihembuskan usai PDI Perjuangan mengalami kekalahan di pilkada serentak 2024, maka R Haidar Alwi menilai usulan tersebut jelas-jelas kental akan muatan politik ketimbang semangat perbaikan penegakan hukum seperti yang didalihkan.

“Serangan-serangan keras yang ditujukan kepada pribadi Jokowi dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo semakin menegaskan usulan PDI Perjuangan beraroma dendam dan sakit hati karena kekalahan beruntun di pilpres dan pilkada serentak 2024,” jelas R Haidar Alwi.

Baca Juga :  Polda Metro Jaya Gelar 'Satu Jam Mengaji Bersama Polisi' Untuk Pemilu Damai 2024

Sebagai partai besar yang berpengalaman, PDI Perjuangan seharusnya berjiwa kesatria bukan bermental pecundang. Menerima kekalahan, evaluasi internal hingga melakukan pembenahan lebih terhormat daripada menyalahkan pihak lain.

“Saya berpesan, Megawati jangan mau dibodoh-bodohi oleh jajarannya yang mengkambing hitamkan Jokowi dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk menutupi kegagalan mereka yang bertanggungjawab dalam pemenangan paslon yang diusung partainya,” pungkas R Haidar Alwi.

Follow WhatsApp Channel derapreformasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tokoh Warga Desa Minta Tolong Presiden Prabowo “Kepada siapa lagi kita meminta pertolongan”
Kejati Kalbar Kembali Lakukan Sita Eksekusi Terkait Uang Pengganti Bersama Kejari Pontianak
“Pesan Untuk Ayah”, Media Inspiratif Gerakan Ayah Teladan Di Kabupaten Tangerang
Ada Apa PETI Di Desa Negeri Baru Sulit Di Berantas?
Mafia Tanah Karim Ongko Wijaya Kalah, Gugatan Tidak Dapat Di Terima
DPPKB Kabupaten Tanggerang Gelar Sosialisasi Penyusunan Buku KIE Program Bangga Kencana
Laju Inovasi Disnav Tipe A Kelas III Pontianak Menuju WBK/WBBM
DLHK Kabupaten Tangerang: World Clean Up Day (WCD) 2025 Jadi Edukasi Lingkungan bagi Masyarakat
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 3 Desember 2025 - 00:25 WIB

Tokoh Warga Desa Minta Tolong Presiden Prabowo “Kepada siapa lagi kita meminta pertolongan”

Selasa, 2 Desember 2025 - 00:45 WIB

Kejati Kalbar Kembali Lakukan Sita Eksekusi Terkait Uang Pengganti Bersama Kejari Pontianak

Senin, 1 Desember 2025 - 16:19 WIB

“Pesan Untuk Ayah”, Media Inspiratif Gerakan Ayah Teladan Di Kabupaten Tangerang

Senin, 17 November 2025 - 00:32 WIB

Ada Apa PETI Di Desa Negeri Baru Sulit Di Berantas?

Sabtu, 25 Oktober 2025 - 20:22 WIB

Mafia Tanah Karim Ongko Wijaya Kalah, Gugatan Tidak Dapat Di Terima

Berita Terbaru

Hukum

Wakajati Kalbar Setujui Mekanisme Keadilan Restoratif

Kamis, 20 Agu 2026 - 20:05 WIB

Hukum

Jemmy Novian Tirayudi Resmi Jabat Aspidsus

Selasa, 18 Agu 2026 - 20:45 WIB